2010, Pangsa Pasar Belanja Iklan di TV 60%

Posted on February 1, 2011

0


Meski banyak media bermunculan, ditambah maraknya media online, minat belanja iklan di televisi masih besar. Bahkan pangsa pasarnya mencapai 60 persen.

Dipaparkan managing director Nielsen Indonesia untuk Audience Meassurement, Irawati Pratignyo, dari semua media yang ada, televisi masih mendominasi belanja iklan dengan pangsa pasar lebih dari 60 persen. Posisi ini diikuti oleh media surat kabar yang hanya sekira 34 persen, serta majalah da tabloid sekira 3 persen saja.

“Piala Dunia di bulan Juni-Juli dan Piala AFF akhir tahun 2010 adalah dua peristiwa khusus yang mendorong kenaikan signifikan dalam belanja media. Keduanya berhasil menciptakan sentimen positif. Hasilnya, pengiklan lebih bersedia untuk berinvestasi dalam mempromosikan produk dan layanan mereka,” ujar Irawati kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Secara keseluruhan, lanjut Irawati, belanja iklan di Indonesia naik sekira 23 persen mencapai Rp60 triliun di tahun 2010. Kenaikan belanja iklan sebesar ini mewakili kenaikan tertinggi sejak tahun 2006 lalu.

Ditambahkan Irawati, dalam data Nielsen, pertumbuhan belanja iklan surat kabar tahun lalu justru dinilai mulai melambat. Pasalnya kenaikan belanja iklan di surat kabar hanya naik sekira 19 persen. Padahal tahun sebelumnya belanja iklan di media harian meningkat hingga 23 persen.

Sedangkan belanja iklan di majalah dan tabloid hanya naik sekira 10 persen. Meski sedikit namun angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibanding 2009 yang hanya 6 persen.

“Belanja iklan di TV pada 2010, sangat kuat dengan kenaikan 26 persen karena didukung piala dunia pada Juni-Juli,” ujar Irawaty.

“Secara keseluruhan, kontribusi belanja iklan terbesar berasal dari industri telekomunikasi. Tujuh dari 10 pengiklan terbesar di semua media adalah perusahaan penyedia telekomunikasi,” tandasnya.

XL memimpin pasar pengeluaran iklan terbanyak dengan Rp593 miliar. Jika total, 3 kategori iklan Telkomsel pun mampu menghabiskan belanja iklan hingga Rp1,374 triliun (srn)

Sumber: www.okezone.com 1 Feb 2011

Tagged: